google-site-verification: google0ff5c5556fbbcbba.html

.:l jendela l:.

Celah Sirkulasi Untuk Berbagi

25.9.11

Karir Mulia

Diposting oleh diNa |

Kumpul-kumpul selalu menjadi acara yang seru. Apalagi kumpul dengan teman lama. Bak mesin waktu, kepala kita rasanya di-reset ke masa silam. Banyak ceritera haru biru, seru bahkan kadang berbumbu agak saru. Walaupun umur bertambah, tampilan pun banyak berubah, namun tetap tak mampu menahan untuk tetap menjadi diri sendiri apa adanya. Masih seperti dulu. Tanpa tedheng aling-aling, guyonan seronok kerap meluncur bak air mengucur.

Kumpul-kumpul teman lama biasanya diawali dengan pertanyaan standar layaknya kuesioner : "Sekarang kerja dimana?" "Anakmu berapa?" "Suami/istri kerja di bidang apa?" Salut dan senang mendengar banyak teman "jadi orang" alias berpangkat, berprestasi tinggi atau sukses di bidangnya. Hebat...!!

Setiap kali mendengar teman-teman yang berprestasi, pikiran saya otomatis selalu kembali ke masa lalu... "Hmmm pantas saja dia sekarang berpangkat, emang dari dulu rajin, nilainya selalu bagus.." atau "Wah hebat, hobinya justru sekarang jadi ladang uangnya" atau bahkan "Waaaahhh... nilainya dulu selalu di bawahku, kok sekarang hebat banget yaa" Hehehe.. bukan iri tapi mengagumi. Begitu kira-kira yang berkecamuk di kepala saya.

Bukan hanya mencabik-cabik isi kepala saya, kadang juga menjadi bahan pembahasan bersama teman-teman. Apalagi kalau ada teman yang sekarang menjadi terkenal di bidangnya, bak selebriti wajahnya keluar masuk media termasuk TV. Bangga dan kagum menjadi satu.

Namun saya terhenyak saat ada beberapa teman yang dengan pede-nya menyebutkan bahwa profesinya sekarang menjadi Ibu Rumah Tangga! Ada pancaran bahagia dan bangga saat mengungkapkan profesinya saat ini. Pikiran saya kembali menerawang ke masa silam... Sangat ingat betul bagaimana prestasinya dulu, bagaimana cerdasnya mengurai soal-soal ujian, ada yang dapat beasiswa, bahkan tak sedikit yang sebelumnya adalah seorang karyawan yang berprestasi dan menjanjikan. Yang jelas, tidak biasa-biasa saja...

Berbeda saat menyikapi teman-teman yang berprestasi di bidang kerjanya masing-masing, untuk golongan yang terakhir saya benar-benar salut, gak habis pikir, terus berdecak kagum dan geleng-geleng kepala seolah tak percaya. Benar-benar dua jempol buat mereka. Bagaimana tidak, mereka mampu menyingkirkan egonya, meninggalkan ruang pengakuan diri demi keluarga. Saya yakin sangat tidak mudah meninggalkan prestasi yang sudah direnda saat bekerja, meninggalkan teman-teman kerja yang seru meskipun deadline dan target terus memburu. Yang tak kalah penting, meninggalkan pundi uang pribadi yang selama ini dengan mudah dicari.

Menurut saya profesi inilah yang disebut karir mulia yang sesungguhnya. Dengan suka rela mereka meninggalkan gemerlapnya prestasi dan gelak tawa dunia kerja demi keluarga. Benar-benar saya angkat topi untuk pilihan ini, karena saya belum tentu bisa melakoninya.
Salut...!!!




Pic : www.clker.com



36 komentar:

dhenok mengatakan...

saya juga bangga kok mas ibu saya berprofesi sebagai ibu rumah tangga.. hehe :D

Arman mengatakan...

setuju banget...
pilihan jadi ibu rumah tangga itu gak mudah... meninggalkan dunia karir, melupakan penghargaan2 dan prestasi yang bisa diraih... demi mengurus keluarga itu berat banget...

Obrolan Blogger.com mengatakan...

Sebuah 'decak kagum' adalah visual kejernihan hati, begitu juga saat amati pilihan 'karir mulia' itu. Temenmu itu pada rule yang bener, kebeningan hati dan kedamaian punyai nilai lebih dibanding lainnya.

Yudi Darmawan mengatakan...

yah, apapun karir itu,
semoga dengan orientasi yang baik,
dan dedikasi yang penuh..

setip orang pasti berbeda..

DewiFatma mengatakan...

Saya mimpi banget jadi ibu rumah tangga sejati, tpi ampe hari ini masih aja nggak berani ngajuin surat resign..hiks...

Lidya mengatakan...

sudah keputusan saya menjadi ibu rumah tangga tapi ada saja yg menghina

kiki mengatakan...

wih setuju bgt, q juga pengen banget jadi bu RT yang total ngurusin anak dan suami

kiki mengatakan...

komen q juga yacch hihi....:)

CitraLuki mengatakan...

Mbak Dina, nggak lagi muji aku kaan??? |*KepalaKayaknyaUdahMulaiGedeNih*| Karir mulia, walau pada awalnya adalah siksaan, meninggalkan ruang 'pengakuan diri'demi menjadi ibu rumah tangga.. Tapi satu kuncinya, cuma ikhlas.. And, I love being Mom! :)

Meidy mengatakan...

@dhenok :
saya "mbak" bukan mas, hehehe..
yup, ibu saya jg ibu rumah tangga tp bisa juga menghasilkan uang :)

@arman :
setuju banget...!! tidak semua wanita bisa menjalaninya dg tulus.. makanya saya sangat salut banget, krn sptnya saya belum mampu..

@obrolan blogger :
benar-benar mengagumkan ya.. karena sangat tdk mudah mengalahkan ego

@yudi :
so... semua harus dihargai sama tinggi ya.. setuju kan? :)

@dewi fatma :
masih banyak pertimbangan ya mbak? hehehe... emang ga mudah..!! :)

@lidya :
itu dia.. saya sangat ga setuju dg org yang membeda-bedakan. Menurut saya justru karir ini karir mulia, karir yang penuh pengorbanan dan keikhlasan. Salut buat mb lidya..

@kiki :
berani..?? :)


@citra :
salah satu perempuan hebat adalah citra..!! :) dua jempol buat citra.. tengkyu udah mampir ya.. :)

Dhenok Habibie mengatakan...

#TepukJidat

maafin saya mbak Meidy yang baik hati dan tidak sombong :D. namanya Meidy sih, saya jadi inget temen saya yang namanya Meidy juga, cowok. hehe #piss ;)

hilsya mengatakan...

iya.. salut, karena saya ga bisa seperti mereka

Meidy mengatakan...

@mb dhenok :
untuk lebih jelasnya ada di foto profile mbak, hehehe... anyway tengkyu udah mampir ya mb.. :)

@hilsya :
betulll.. saya juga belum bisa seperti mereka...

seno mengatakan...

Jadi Ibu Rumah Tangga menurut aku pilihan yang hebat, yang belum tentu semua orang bisa/mau melakoninya. Mengingat semua tanggung jawab dan respon2 dari orang lain saat mendapat jawaban bahwa pekerjaannya sebagai IRT. Nice share mbak :)

Tarry KittyHolic mengatakan...

Jadi ibu rumah tangga jauh lebih berat dari pekerja kantoran lho,
hehehe. Satu kepeutusan yg ga mudah apalagi bagi mereka yg sudah mengukir prestasi :)

Sugeng mengatakan...

Di Jepang sebuah negara maju, profesi sebagai ibu rumah tangga malah sebagai profesi yang sangat di idam-idamkan karena tidak banyak wanita yang mau melakoni pekerjaan ini.

Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

eh ternyata pemikiran kita sama ya mba, klo ketemu lama itu seperti naik mesin waktu hehehe
aku jg seneng klo ketemu temen lama, tp jarang ngomongin anak soalnya masih banyak yg belum nikah hehe :P

Meidy mengatakan...

@seno :
bener mas... butuh pengorbanan dan menaklukan ego

@tarry :
ga salah klo kita harus angkat topi buat mereka ya...

@sugeng :
jadi emang sudah seharusnya diappreciate ya... tapi kenapa yg dibahas di media ganya yg berkarir profesional aja ya?

@ria :
namanya juga nostalgia ria... jd mesin waktunya diputar ke belakang :)

Allisa Yustica Krones mengatakan...

Saya juga salut banget sama ibu-ibu rumah tangga, memang karir itu amat sangat mulia. Cita-cita saya sekarang malah ingin jadi ibu rumah tangga, tapi kondisi belum memungkinkan. Kadang memang bukan karena persoalan ego hingga masih memilih untuk bekerja, tapi karena memang kondisinya masih harus memaksa demikian..

capcaibakar mengatakan...

Ihh setuju. Jadi ibu rumah tangga sama susahnya dengan kerja kantoran kog..

Aulawi Ahmad mengatakan...

IRT emang pekerjaan mulia, karena proses amanah itu menentukan kepribadian seseorang dalam menjalani kehidupannya :)

Bayu Hidayat mengatakan...

iyah ibu rumah tanggal mulia banget kok. tapi kalo bapak rumah tangga agak aneh.

kalo ibu rumah tangga kan bisa besarin anak. jadi sanggat keren uey

Mila Said mengatakan...

aku juga pengen jadi ibu rumah tangga... hiks!

zee mengatakan...

Menurutku profesi apapun yg dijalani wanita, selalu menjadikannya luar biasa. Wanita dgn sosoknyayg bisa dibilang multi tasking, ga bisa ditandingi oleh pria. Aku jg ingin mengurus anakku sendiri, tp saat ini aku masih harus setia dgn profesiku, bekerja, demi penghidupan.. *halah.... :D

catatan kecilku mengatakan...

Tak banyak wanita yg berani memilih 'karir' sbg Ibu Rumah Tangga sementara peluang utk berkarir di luar rumah terbuka lebar.
Itu sebabnya, hanya wanita2 hebat yg berani memilih menjadi Ibu Rumah Tangga... dan aku tak termasuk di dalamnya :(

Popi mengatakan...

bagaimana tidak disebut mulia? bila dari tangannya menghasilkan generasi masa depan yang cemerlang dan berprestasi! tentu karena didikannya, dan bukan hasil didikan si-Mbak atau baby sitter..

Meidy mengatakan...

@allisa :
Yup... tujuan bekerja emang macam2... ada yg krn kebutuhan ada yg krn aktualisasi diri. Jadi emang bukan krn persoalan ego aja ya.., tapi karena kebutuhan juga :)

@capcaibakar :
cuma susahnya beda ya... :)

@aulawi ahmad :
daleeemmm... :)

@bayu :
kok masalah keren? :D

@milla :
Laksanakaannn...!! :D

@zee :
demi penghidupan?? haiyaaaahhh....!!! :p

@catatan kecilku :
yup... berarti kita belum hebat ya... :)

@popi :
yup... dengan segala pengorbanan egonya ya... :)

nanaharmanto mengatakan...

Halo... berkunjung balik ke sini...
tentang ibu rumah tangga, well, setiap orang pasti punya pilihan untuk terus bekerja atau resign untuk mengurus keluarga. Apapun, setiap pilihan itu berharga...

Tidak ringan menjadi ibu rumah tangga, apalagi kalau sudah punya anak dan tidak punya asisten pula.

Memastikan seluruh keluarga berpakaian pantas dan bersih, tetap sehat dan mengupayakan agar seluruh anggotanya makan dengan enak, lalu menciptakan suasana "rumah" / "home" yang nyaman untuk keluarga. pendeknya, ibu rumah tangga itu bekerja keras sambil meletakkan cinta di setiao sudut rumahnya... *tsahh...

salam,
nana harmanto

ke2nai mengatakan...

alhamdulillah sy juga erasa bangga & bersyukur bisa jadi full time mom :)

niee mengatakan...

Bener banget mbak, gak kebayang deh orang yang pertama ada karir kemudian berhenti buat jadi ibu rumah tangga. Kalau aku ditanya sekarang pasti gak akan sanggup deh 'cuma' di rumah aja..

Meidy mengatakan...

@nana harmanto :
bener mbak, setuju aku... makanya salut banget buat yg 100% memilih profesi itu

@ke2nai :
selamat mbak ci.. salut buat mbak dan keluarga :)

@niee :
sama mbak, saat ini sptnya saya juga belum sanggup.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

benar. menjadi ibu adalah profesi mulia. karena tidak semua wanita sanggup menjalani peran sbg ibu, terutama ibu yg baik lho.

krismariana mengatakan...

Jadi ibu rumah tangga itu kurasa pilihan mungkin nggak mudah. Misalnya orang itu dulunya bergaji tinggi, trus sekarang milih tinggal di rumah mengurus keluarga, pasti banyak adaptasinya. Memang itu karier yg mulia :) Salam kenal, Mbak :)

Meidy mengatakan...

@sang cerpenis :
ibu yg ga baik yg gimana tuh.. :)

@kris marina :
betul, sangat ga mudah..
salam kenal juga kris..

obat untuk menurunkan darah tinggi mengatakan...

makasih banyak gan infonya

cara menyembuhkan penyakit lipoma tanpa operasi mengatakan...

sukses selalu gan

Subscribe