google-site-verification: google0ff5c5556fbbcbba.html

.:l jendela l:.

Celah Sirkulasi Untuk Berbagi

17.8.09

'Dijajah' Status

Diposting oleh diNa |

Status disini ga ada hubungannya dengan status di facebook. Status disini adalah label baru dari periode akil balik ke jenjang perkawinan. Label baru untuk jabatan baru, suami untuk kaum laki-laki dan isteri untuk kaum perempuan. Dengan catatan, perkawinan yang dilakukan adalah perkawinan normal.

Setelah MoU disaksikan penghulu atau sesuai dengan aturan agama yang lainnya, maka secara resmi banyak bagian hidup yang dipelajari sejak masa kanak-kanak hingga lajang dewasa menjadi banyak yang hilang. Bahkan menjadi kebiasaan baru yang harus dipelajari. Inilah serunya pengantin baru. Mungkin untuk periode kakek dan nenek juga bapak dan ibu kita dulu menjadi suatu kuajiban. Banyak norma yang 'mengharuskan' ini dan itu. Namun bisakah kondisi ini diterapkan pada masa sekarang?

Nah inilah sesuatu yang seru dan baru. Ternyata tidak semua pihak mampu menjalani status baru seperti jaman dulu. Bisakah para isteri yang sedang menanjak karirnya harus stop bekerja untuk mengurus anak dan rumah tangga? Bisakah para isteri yang pernah menikmati indahnya 'kemapanan' ekonomi harus sedikit terseok-seok karena adaptasi dengan kondisi ekonomi pasangan tanpa berbuat sesuatu? Bisakah para suami meninggalkan hobinya demi keluarga? Bisakah para pria keluar dari gang-nya hanya karena status barunya? Jaman modern ini bisa jadi agak longgar. Banyak faktor yang mempengaruhi, utamanya gaya hidup, tuntutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau sekedar aktualisasi diri, atau mungkin juga karena pengaruh lingkungan.

Namun apapun bentuk kelonggaran pada masa kini tetap masih banyak kebebasan yang hilang setelah hidup dalam perkawinan. Mampukah kita saling menjaga agar hak-hak itu tetap mendapat tempat sehingga tidak ada lagi keluhan 'keterbatasan' karena sudah menyandang status baru dalam perkawinan?

Semoga 17 Agustus menjadi moment yang tepat bagi kita untuk mereview kebersamaan kita dengan pasangan. Utamanya hak-hak untuk mendapat kebahagiaan hidup, bergaul, beraktualisasi dalam koridor komitmen bersama dan agama.

Sudahkah Anda menikmati kemerdekaan dalam status perkawinan Anda?



36 komentar:

TRIMATRA mengatakan...

belum beristri nih, masih lajang. so nocomment is the best answer..

maia mengatakan...

aduh...bca2 ttg p'knikahn jd k'ingetan lg sm nasihat keluarga utk cari pacar hiks.....tp mudah2n sih aq bisa jadi istri dan ibu yg baik tanpa m'hilangkan hakku utk bersosialisasi serta mengeksiskan diri he....oya blog'y udah aq link...

rani mengatakan...

kayaknya aq udah nie mey, selama nggak dilarang inetan aja ...hehehe...

Arman mengatakan...

yah kalo udah menikah pastinya semua itu akan bisa dikomunikasikan, ditoleransi, dan disepakati tanpa ada yang merasa beban. :)

gak akan ada pihak yang merasa dibatasi/diambil hak nya/tidak merdeka. karena emang semuanya itu demi kebaikan sekeluarga kan... :)

ke2nai mengatakan...

pastinya butuh keikhlasan u/ bisa melepaskan status yang selama ini udah bikin kita nyaman di status itu.. :)

Retrira mengatakan...

mudah-mudahan buat pasangan yang sudah menikah bisa lebih ikhlas untuk berkorban buat pasangan dan keluarga :)

sukses!!

genial mengatakan...

...kebetulan single saiia nya... :(

dirgahayu republik indonesia yang ke enampuluh empat sekaligus selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya... semoga amal ibadah kita di terima di sisi-Nya, amen :)

mrpsycho mengatakan...

semangat kemerdekaan menginvasi dunia pernikahan ya Mbak .. ya,selayaknya kemerdekaan itu ada,namun perlu penyesuaian dan pengertian karena dua telah manjadi satu

amethys mengatakan...

hehehehe buatkan "perkawinan" itu bukan terus "merubah" diri sendiri...malah dengan perkawinan kita harus mengembangkan diri...bertoleransi, komonikasi dan tetap "mandiri". Tidak menggantungkan diri pada suami, tapi tak boleh lepas komonikasi....

Saling percaya, saling hormat dan harus bisa membatasi diri mana yg layak dan mana yg tak layak...tapi tetep "merdeka"

Meidy mengatakan...

@trimatra :
hehehe.. buruan beristri, rugi loh..

@maia :
klo gitu msh ada kesempatan buat cari calon suami yg bisa mentolerir hak2 kita :)

@rani :
hahaha.. inetan hak paling utama ya ran..

@arman :
bijak kali bapak satu ini.. siaaap paaakk..!! :)

@ke2nai :
ikhlas melepas status pasti mb, tp jgn sampe 'dijajah' status, setuju kan mb? :)

@retrira :
tapi tetep ga meninggalkan hak2 pribadi kan ret? :)

@genial :
coba nanti komen klo udah nikah ya.. :)

@mrpsycho :
semangat kemerdekaan harus ada di smua sudut kehidupan kan mister?

@amethys :
setuju kalimat yg terakhir "Tetap Merdeka!"

Rosa mengatakan...

mERdekalah bagi kaum perempuan yg merasa bebas yang dia mau..., karier, kebahagiaan, kebersamaan semua tiada duanya.....

Ade mengatakan...

Having 'me' time kayaknya bisa jadi solusi biar pasutri tidak merasa terkekang oleh status pernikahannya ;-)
pastinya me time harus dimanfaatkan dengan kegiatan yang diketahui oleh kedua belah pihak loo yaa hehehe...

PS : Maaf lahir batin ya meid..

awi mengatakan...

wah klo masih single gak bisa ngasih komen nih, hehe
tapi kebahagiaan hidup itu hak semua orang ya
baik itu single ataupun married
thanks

ernut mengatakan...

menikah adalah komitmen, merdeka tetap ada, tapi ada juga kesepakatan-kesepakatan...ya to mbak?

Yessi mengatakan...

yang penting keseimbangan dan komunikasi :)

Meidy mengatakan...

@rosa :
rosa mau juga kan?

@ade :
jadi ga ada lagi privacy yang tersisa ya De? klo yg dilakuin ga dosa kan gpp De.. hehehe..

maaf lahir batin juga De..

@awi :
kebahagian hidup hak smua orang, dg status apapun..

@ernut :
begitu deh kira-kira.. :)

@yessi :
setubuh! eh.. setuju..!

suryaden mengatakan...

tetep merdeka dong... siapa bilang enggak..
hahaha

coffeeoriental mengatakan...

wew...
ini udah masuk lajang dan menikah :D

Meidy mengatakan...

@suryaden :
seeeeeppp...

@coffeeoriental :
cepat atau lambat kan pasti menghadapi, hehhee..

fashion and style mengatakan...

iya hal seperti itu keliahatannya sepele, tapi terkadang bisa membawa petaka dalam pernikahan. wah semoga saja jika saya menikah nanti aman-aman aja....

selamat berakhir pekan sista...

zee mengatakan...

Merdeka setelah berstatus tergantung dr perjanjian keduanya sebelum menikah.
Kalo saya sih rasanya merdeka2 aja, suami jg begitu. Ga ada cerita dibatasi dll. Cuma memang secara natural kita sendiri yg kemudian merasa mana yg masih pantas & mana yg tidak.

tips mudik mengatakan...

hemmmmm....
bicara soal hak......boleh seh..
taoi justru yang paling penting adalah...
"apakah kita sudah menjalankan kewajiban kita..?"
sebagai suami maupun sebagai asteri...?

mudah-mudahan sudah ya..?

salam

gen

Meidy mengatakan...

@fashion & style :
santai aja, jgn jadi beban.. yg penting komit..

@zee :
tetap merdeka, rasanya mmg harus.. asal rambu2 ga dilanggar, begitu kan zy?

@tips mudik :
yup setuju, hak dan kuajiban harus sejalan..

kenny mengatakan...

berumah tangga...merdeka dengan penuh toleransii...heheheh

pa kabarnya??

A-Chen mengatakan...

hihihiihihih...aku masih lajang ajah belum bisa teriak merdeka apalagi ada pasangannya ya.....entahlah...binun...:)

buwel mengatakan...

semoga semuanya nggak terjajah lagih...:-)

patahati mengatakan...

mantap nih artikelnya, jarang2 yg ada ngupas masalah status diri, hhee...bagus.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

bisa dilakukan jika masing2 melakukannya dg penuh cinta dan ikhlas.

Meidy mengatakan...

@kenny :
yg udah berumah tangga pasti ngrasain deh.. :)

kbr baik mb, apa kbr juga? lama ga BW ya..

@A-Chen :
Kan cepat ato lambat akan berumah tangga juga :)

@buwel :
tergantung juga, mau 'dijajah' apa engga, hehehe..

@patah hati :
ini kan masalah umum yg bisa dihadapi siapapun

@sang cerpenis :
yup, klo cinta pasti ga akan ada yg ngrasa dirugikan.. tul kan?

kira mengatakan...

ehm,ya ya ya

papadanmama mengatakan...

hmm...klo gw sih ga pernah merasa 'terjajah' hehehe..
mnrtku, karena kita tlh dipersatukan oleh perkawinan maka dlm bersikap tentu saja ada batasan2 yg perlu dijaga, dlm mengambil suatu putusan pun tentu jg ada pendapat pasangan yg perlu didengarkan. Hal ini berlaku utk keduanya 'kita & pasangan'.

Nice post, salam kenal ya...
makasiii dah mampir & berkomentar di blog papadanmama :D

pelangi anak mengatakan...

Bener kawan, semua memang harus dikompromikan, pengalaman saya mengatakan demikian. Kita harus rela berbagi dan intinya harus selalu memberi dan tidak menuntut, kalau ingin menemukan kebahagiaan sejati dalam berkeluarga.

Met kenal dan have a great day!

Meidy mengatakan...

@kira :
ya ya setuju ato gmn nih? :)

@papadanmama :
yg penting tdk merasa 'terjajah' itu sdh ckp :)

@pelangi anak :
hmmm..

quinie mengatakan...

hm... sama seperti trimatra, belum menikah jadi belum bisa share tentang kebebasan.

Meidy mengatakan...

@quinie :
ya paling engga cita2 klo udah nikah nanti pengennya gmn, gitu loh quin, hehehe..

Rinidiyanti Ayahbi mengatakan...

Assalamu'alaikum...

banyak pasangan suami isteri yang merasa kaget akan statusnya sekarang.. jujur ..termasuk saya :)

terima kasih komentarnya ya :)di tulisan saya yang berjudul Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga...
.. saya mengutip tulisan ini berdasarkan pengalaman saya yang selalu diremehkan sebagai ibu rumah tangga... karena memang sebelum menikah saya adalah seorang perempuan yang aktif bekerja...
saya menulis ini juga dilihat dari 2 sisi.. yaitu :

Anehnya lagi, banyak ibu-ibu yang sebenarnya tinggal di rumah namun tidak juga mereka memperhatikan pendidikan anaknya, bagaimana kepribadian anak mereka dibentuk. Penulis sempat sebentar tinggal di daerah yang sebagian besar ibu-ibu nya menetap di rumah tapi sangat acuh dengan pendidikan anak-anak mereka. Membesarkan anak seolah hanya sekedar memberinya makan. Sedih!

Nah kutipan tulisan itu juga membuktikan ada juga ibu rumah tangga yang cuek bebek sama anaknya :)... skedar kasih makan dan kasih sekolah aja.. tapi pendekatan secara batin nol besar ...malah sebaliknya perempuan pekerja .. bisa membuktikan anak2nya menjadi anak2 yang mandiri... bisa menjadi anak yang penuh inovatif...

Mudah2an kutipan tulisan saya ini tidak membuat sakit hati pada ibu mana pun... saya membuat tulisan insya Allah tidak dilihat dari satu sisi saja...:)

oia .. salam kenal ya buat mba meidy :)

Subscribe